Cara Menghitung Persentase Laba Kotor Harga Pokok Penjualan

Cara Menghitung Persentase Laba Kotor Harga Pokok Penjualan, di sini akan dijelaskan secara gamblang dan ditunjukkan cara analisanya untuk mengetahui dan mengecek kinerja organisasi usaha Anda.

Cara Menghitung Persentase Laba Kotor Dari Harga Pokok Penjualan

Pentingnya Perhitungan Laba Kotor Penjualan

Salah satu konsep keuangan terpenting yang perlu Anda pelajari dalam menjalankan bisnis baru Anda adalah perhitungan laba kotor.

Laba kotor pada produk dihitung sebagai berikut:

Penjualan – Biaya Barang Terjual = Laba Kotor

Untuk memahami laba kotor, penting untuk mengetahui perbedaan antara biaya variabel dan biaya tetap.

Biaya variabel adalah biaya yang berubah berdasarkan jumlah produk yang dibuat – dan yang dikeluarkan sebagai akibat langsung dari memproduksi produk.

Yang termasuk dalam biaya ini adalah :

  • Bahan yang digunakan
  • Tenaga kerja langsung
  • Kemasan
  • Pengiriman
  • Utilitas untuk pabrik atau gudang
  • Biaya penyusutan pada peralatan produksi
  • Mesin

Biaya tetap. Biaya tetap umumnya, umumnya sifatnya lebih statis.

Contoh biaya tetap adalah :

  • Biaya kantor seperti persediaan, utilitas, dan telepon kantor
  • Gaji dan upah staf kantor, tenaga penjualan, petugas dan pemilik
  • Pajak penggajian dan tunjangan karyawan
  • Biaya iklan, promosi, dan penjualan
  • Asuransi

Biaya variabel dicatat sebagai biaya barang yang dijual (harga pokok penjualan). Biaya tetap dihitung sebagai biaya operasional (kadang-kadang disebut biaya penjualan dan biaya administrasi umum).

Untuk lebih mudah membedakan biaya tetap dan biaya variable, ingat konsep ini…kalau biaya variable, itu akan naik turun sesuai jumlah barang yang diproduksi. Sedang biaya tetap, mau produksi banyak atau sedikit, biayanya tetap.

Misal:

Kamu pemilik perusahaan pembuatan jaket kulit garut, sebut saja PT. Putra Garut Mandiri. Nah di tahun 2020 mendapatkan order 5000 pcs jaket, kemudian di tahun 2021 dapet order 10.000 pcs jaket.

Tentu biaya variable (seperti biaya pembelian bahan kulit, packing jaket, pengiriman) untuk tahun 2021lebih banyak daripada tahun 2020.

Tetapi untuk biaya tetap (seperti gaji karyawan, pajak, asuransi) tetap, tidak jauh berbeda antara tahun 2020 dengan 2021.

Bahkan jika tidak ada order sangat minim sekalipun, yang namanya perusahaan tetap mengeluarkan gaji, tunjangan, asuransi bukan ? Yang mana ini semua masuk sebagai biaya tetap.

Sementara laba kotor dihitung dalam jumlah rupiah, sedangkan Persentase Laba Kotor pdinyatakan sebagai persentase. Itu sama pentingnya untuk dilacak, karena hal ini dapat memungkinkan Anda untuk mengawasi tren profitabilitas.

Hal ini sangat penting karena banyak bisnis telah mendapat masalah keuangan secara jumlah rupiah laba kotor meningkat, tapi margin dalam persentase mengalami penurunan.

Persentase Laba Kotor dihitung sebagai berikut:

Laba Kotor / Biay Pokok Penjualan = Persentase Laba Kotor

Cara Meningkatkan Persentase Laba Kotor Penjualan

Ada dua cara utama bagi Anda untuk meningkatkan margin / persentase laba kotor Anda:

  • Pertama, Anda dapat meningkatkan harga Anda.
  • Kedua, Anda dapat mengurangi biaya produksi dan pengiriman barang-barang Anda.

Tentu saja, keduanya lebih mudah diucapkan daripada dilakukan.

Peningkatan harga dapat menyebabkan penjualan turun. Jika penjualan turun terlalu jauh, Anda mungkin tidak menghasilkan cukup rupiah laba kotor untuk menutupi biaya operasional. Kenaikan harga memerlukan pembacaan yang sangat hati-hati dari tingkat inflasi, faktor kompetitif dan penawaran dasar dan permintaan prediksi untuk produk yang Anda produksi.

Metode kedua untuk meningkatkan Persentase Laba Kotor adalah menurunkan biaya variabel untuk menghasilkan produk Anda. Hal ini dapat dicapai dengan mengurangi biaya material atau membuat produk lebih efisien.

Diskon volume adalah cara yang baik untuk mengurangi biaya material: Semakin banyak bahan yang Anda beli dari pemasok, semakin besar kemungkinan mereka menawarkan diskon. Cara lain untuk mengurangi biaya material adalah dengan menemukan pemasok yang lebih murah, tetapi Anda mungkin akhirnya mengorbankan kualitas jika barang yang dibeli tidak dibuat juga.

Apakah Anda memulai bisnis manufaktur, wholesaling, ritel, atau layanan, Anda harus selalu mencari cara untuk memberikan produk atau layanan Anda dengan lebih efisien. Namun, Anda juga harus menyeimbangkan efisiensi dan kualitas.

 

Contoh Cara Perhitungan Persentase Laba Kotor Penjualan dan Analisa Masalahnya

Mari kita lihat laba kotor CV. Garut Putra Mandiri. sebagai contoh dari perhitungan Persentase Laba Kotor.

Untuk Tahun 2020, penjualan 5000 pcs jaket adalah 5 Milyar (harga Rp. 1 Juta/ jaket), dan laba kotor adalah 1.5 Milyar – menghasilkan persentase laba kotor 30 persen (1.5 Milyar/ 5 Milyar).

Untuk Tahun Kedua, penjualan 10.000 pcs adalah 10 Milyar, dan laba kotor adalah 2.8 Milyar – menghasilkan persentase laba kotor 28 persen (2.8 Milyar / 10 Milyar).

Jelas bahwa CV. Garut Putra Mandiri secara rupiah, laba kotor meningkat akibat penjualan yang juga melonjak. Penjualan meningkat dari 5000 Pcs ke 10.000 Pcs jaket. Laba kotor juga meningkat, dari 1.5 Milyar ke 2.8 Milyar.

Tetapai dari presentase laba kotor penjualan mengalamin penurunan, dari 30% menjadi 28%. Melihat fenomena ini, secara sederhana bisa dianalisa dan disimpulkan. Bahwa kinerja tim marketing sangat bagus, karena mampu menghasilkan total penjualan 2x lipat di tahun kedua, dari 5.000 pcs ke 10.000 pcs Jaket.

Tetapi, untuk tim produksi atau tim pengiriman kinerja menurun. Hal ini terbukti dengan tingkat efesiensi produksi/ pengiriman yang menurun. Dari yang semula persentase keuntungan 30% menjadi 28%.

Inilah salah satu contoh fungsi menghitung persentase laba kotor penjualan, bisa digunakan sebagai bahan analisa kinerja departemen atau tim dalam suatu perusahaan.