Santri Kunci Revolusi Peradaban Manusia Masa Kini

Santri kunci revolusi – Pada era modern ini kita sudah hingga kepada era dimana peradaban manusia telah dikuasai oleh berbagai macam kecanggihan teknologi serta sains. Masa modern semacam saat ini membuat manusia terlena dengan seluruh keelokan, membuat manusia merasa terus menjadi betah akan kehidupan yang lebih lama.

Memanglah telah sewajarnya dunia terletak pada posisi serba digital cocok dengan pertumbuhan era semacam saat ini. Dunia sudah tumbuh serta terus  berkembang menciptakan hal-hal yang baru buat manusianya.

Tetapi, kehidupan ini mempunyai 2 sisi bagaikan koin; gelap serta putih, baik serta kurang baik, senang serta pilu, kemajuan serta kemunduran, ada serta tiada, nampak serta tidak nampak. Tiap-tiap dari kesemuanya tentu hendak berlaku pada waktunya.

Manusia lawan Mesin

Hingga, kita telah hadapi dikala ini kemajuan teknologi yang kiat melesat, apalagi saat ini telah muncul Artificial Intelligence(AI). AI merupakan kecerdasan buatan yang ditambahkan kepada suatu sistem yang bisa diatur dalam konteks ilmiah atau bisa disebut juga intelegensi artifisial didefinisikan sebagai kecerdasan entitas ilmiah. Kecerdasan buatan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. (sumber: Wikipedia)

Kemudian apa maksudnya?

Santri kunci revolusi – Dengan hadirnya Artificial Intelligence( AI) ini berarti persaingan industri terus menjadi beralih ke arah yang lebih berkelas. Saat ini manusia tidak lagi bersaing dengan manusia lain, lawan manusia merupakan mesin. Sebaliknya kita ketahui kalau mesin sanggup bekerja lebih lama daripada manusia, ya kan ia enggak memiliki rasa letih kecuali rusak.

Pengetahuan seakan jadi bumerang

Dapat kita bayangkan sedemikian hebatnya inovasi manusia sehingga sanggup menghasilkan kecerdasan buatan tetapi berakibat kurang baik pula pada manusia yang masih terletak di bagian dasar ataupun pinggiran. Sangat hebat teknologi masa saat ini serta itu merupakan ciptaan manusia, tetapi tanpa kita sadari bahwa ada yang lebih berkuasa lagi yang telah menciptakan manusia tadi yaitu Tuhan.

Teknologi menjelma seperti Tuhan ataupun manusia yang menuhankan teknologi. Bisa jadi sepanjang ini yang jadi motivasi teknologi dalam masa proses pengembangannya memakai kata pepatah “di atas langit masih ada langit” sehingga terus serta terus membuat hal-hal yang baru hingga kini telah hadir AI tadi. Sementara itu, seluruh yang tersebut akan lenyap kala kita mengucapkan kalimat “subhaana robbial a’ laa wa bihamdihi”. lenyap sudah, yang tersisa hanyalah sang Maha Kuasa.

Santri jadi kunci

Di era saat ini susah sekali kita menemukan manusia yang mengerti akan pemahaman tersebut. Saat ini mungkin 1000:1 manusia yang faham atas manusianya. sebab apa? kini, orang-orang telah enggan berkumpul dengan orang-orang saleh, kini susah sekali mencari generasi muda yang ingin mengkaji ilmu agama.

Bila fenomena ini terus dibiarkan, hingga orang-orang garis dasar tentu selamanya terletak di dasar. Kebalikannya, orang-orang yang terletak di atas mesti terus menikmati kehidupan yang serba glamour.

Oleh karena itu, harapan buat kemajuan bangsa ini terletak pada pemuda yang faham ilmu agama, berdedikasi, kreatif, sanggup serta ingin bekerja keras, kokoh bersaing, serta pantang menyerah. serta owner kepribadian semacam ini merupakan santri, hingga jadi santri masa saat ini bukan lagi santri yang hanya ngaji di pondok pesantren.

Santri masa saat ini merupakan santri yang menguasai ilmu teknologi serta sains, Santri yang mahir berkreasi menghasilkan bahan-bahan serta konsep-konsep brilliant demi kemajuan masyarakatnya, Santri yang berdedikasi secara sadar ditopang dengan ilmu pengetahuan tentang agama.

Hingga santri-lah yang jadi kunci masa depan pembangunan bangsa, Santri yang jadi garda terdepan dalam kemajuan perekonomian yang mandiri. Hingga jadilah Santri yang jadi kebanggaan untuk agama serta negara.

Baca juga: Mengenal Alqur’an sebagai petunjuk segala permasalahan